Sabtu, 09 Maret 2013

Pengotoran udara dan bising



       Mengangkut melalui udara, jalan, dan rel secara terus-menerus peningkatan sebagai respons atas naik numbe melaporkan bahwa angka dari penumpang udara internasional mawar di seluruh dunia dari 88 juta pada 1972 ke 344 juta pada 1994. Satu konsekwensi dari peningkatan ini di angkutan udara adalah pariwisata itu sekarang bertanggungjawab lebih dari 60% bepergian udara dan kemudian bertanggung-jawab untuk satu andil penting dari pemancaran udara. Satu pembahasan menaksir tunggal itu penerbangan kembali melintasi samodera atlantik memancarkan setengah hampir CO2 emisi dihasilkan oleh semua sumber lain (pencahayaan, pemanasan, penggunaan mobil, dsb.) dikonsumsi oleh satu orang kebanyakan tahunan. (Mayer Hillman, Kota & majalah Perencanaan Negara, September 1996. Sumber: MFOE).   
       Angkut pemancaran dan pemancaran dari penghasilan daya dan penggunaan dihubungkan ke hujan asam, hangat global dan pencemaran alam photochemical. Pengotoran udara dari angkutan wisatawan punya dampak pada taraf global, terutama dari dioksida karbon (CO2) pemancaran berhubungan ke penggunaan daya angkutan. Dan dapat ini sokong ke pengotoran udara lokal jengkelkan. Beberapa dampak ini adalah sangat spesifik terhadap wisatawan aktivitas. Antara lain, terutama di sangat panes atau negara dingin, melawat bis sering meninggalkan motor mereka berlari berjam-jam sementara wisatawan pergi tertarik untuk mendapatkan satu darmawisata karena mereka mau kembali ke satu dengan nyaman bis berpendingin.....