Selasa, 19 Maret 2013

Pertempuran Badar

Pertempuran Badar (bahasa Arab: غزوة بدر, ghazawāt badr), adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriah. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.
        Sebelum pertempuran ini, kaum Muslim dan penduduk Mekkah telah terlibat dalam beberapa kali konflik bersenjata skala kecil antara akhir 623 sampai dengan awal 624, dan konflik bersenjata tersebut semakin lama semakin sering terjadi. Meskipun demikian, Pertempuran Badar adalah pertempuran skala besar pertama yang terjadi antara kedua kekuatan itu. Muhammad saat itu sedang memimpin pasukan kecil dalam usahanya melakukan pencegatan terhadap kafilah Quraisy yang baru saja pulang dari Syam, ketika ia dikejutkan oleh keberadaan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar. Pasukan Muhammad yang sangat berdisiplin bergerak maju terhadap posisi pertahanan lawan yang kuat, dan berhasil menghancurkan barisan pertahanan Mekkah sekaligus menewaskan beberapa pemimpin penting Quraisy, antara lain ialah Abu Jahal alias Amr bin Hisyam.

       Bagi kaum Muslim awal, pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh mereka di Mekkah. Mekkah saat itu merupakan salah satu kota terkaya dan terkuat di Arabia zaman jahiliyah. Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia, serta memperkokoh otoritas Muhammad sebagai pemimpin atas berbagai golongan masyarakat Madinah yang sebelumnya sering bertikai. Berbagai suku Arab mulai memeluk agama Islam dan membangun persekutuan dengan kaum Muslim di Madinah; dengan demikian, ekspansi agama Islam pun dimulai.

       Kekalahan Quraisy dalam Pertempuran Badar menyebabkan mereka bersumpah untuk membalas dendam, dan hal ini terjadi sekitar setahun kemudian dalam Pertempuran Uhud.

Jumat, 15 Maret 2013

Asal Muasal Dajjal

Asal-Usul Keluarganya:

       Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apajua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya "MinalMunzharin" seperti halnya Nabi Isa as yg di angkat oleh Allah swt ke ataslangit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula keatas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah AlMunawwarah. Sama juga halnya dgn Iblis yg di tangguhkan kematiannya sehinggakiamat nanti.
     
       Dajjal; ayahnya seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung.Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya. MenurutImam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahawa asal keturunan bapanya ialahseorang Dukun Yahudi yg di kenali dgn "syaqq" manakala ibunya adalah daribangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan denganmakhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkanke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa keciltidak diketahui dgn jelas.

Sabtu, 09 Maret 2013

Pengotoran udara dan bising



       Mengangkut melalui udara, jalan, dan rel secara terus-menerus peningkatan sebagai respons atas naik numbe melaporkan bahwa angka dari penumpang udara internasional mawar di seluruh dunia dari 88 juta pada 1972 ke 344 juta pada 1994. Satu konsekwensi dari peningkatan ini di angkutan udara adalah pariwisata itu sekarang bertanggungjawab lebih dari 60% bepergian udara dan kemudian bertanggung-jawab untuk satu andil penting dari pemancaran udara. Satu pembahasan menaksir tunggal itu penerbangan kembali melintasi samodera atlantik memancarkan setengah hampir CO2 emisi dihasilkan oleh semua sumber lain (pencahayaan, pemanasan, penggunaan mobil, dsb.) dikonsumsi oleh satu orang kebanyakan tahunan. (Mayer Hillman, Kota & majalah Perencanaan Negara, September 1996. Sumber: MFOE).   
       Angkut pemancaran dan pemancaran dari penghasilan daya dan penggunaan dihubungkan ke hujan asam, hangat global dan pencemaran alam photochemical. Pengotoran udara dari angkutan wisatawan punya dampak pada taraf global, terutama dari dioksida karbon (CO2) pemancaran berhubungan ke penggunaan daya angkutan. Dan dapat ini sokong ke pengotoran udara lokal jengkelkan. Beberapa dampak ini adalah sangat spesifik terhadap wisatawan aktivitas. Antara lain, terutama di sangat panes atau negara dingin, melawat bis sering meninggalkan motor mereka berlari berjam-jam sementara wisatawan pergi tertarik untuk mendapatkan satu darmawisata karena mereka mau kembali ke satu dengan nyaman bis berpendingin.....